GALERI SEJARAH SURAKARTA

Galeri kecil nan sederhana ini dibangun dengan harapan untuk mengenalkan sejarah yang telah terjadi di Kepulauan Nusantara sehingga terbentuk kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dimana Surakarta memiliki peranan yang sangat signifikan dalam memberi warna pada sejarah perjalanan bangsa.

Sejarah memang terdiri atas rangkaian peristiwa yang memiliki ikatan dari masa ke masa yang berkesinambungan sekaligus juga perubahan-perubahan yang mendasar. Hakikat sejarah memang kesinambungan dan perubahan (continuity and change).

Persentuhan dengan bangsa-bangsa Barat seperti kapitalisme dunia , telah menjadikan kepulauan Nusantara sebagai kawasan strategis yang menjadi incaran dan rebutan bangsa-bangsa barat. Perkembangan ideologi-ideologi besar dunia, seperti liberalisme dan sosialisme juga memiliki pengaruh langsung terhadap perkembangan gerakan politik di Tanah Air – utamanya dalam melahirkan gerakan kebangsaan progresif dan antikolonialisme.

Ketidakberdayaan menghadapi kolonialisme Barat – lebih khusus Belanda – yang diwujudkan dengan berbagai kekalahan, telah menyebabkan terbentuknya pemerintahan baru yang disebut sebagai Hindia Belanda mulai 1 Januari 1800 pasca bangkrutnya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Perlawanan terhadap Belanda dalam skala besar terjadi ketika Sultan Agung Penguasa Mataraam dua kali menyerbu Batavia pada 1628 dan 1629, serta Perang Diponegoro atau Perang Jawa (Java Oorlog) pada 1825 hingga 1830.

Kekalahan demi kekalahan itu telah menyebabkan kedudukan penguasa tradisional (Dinasti Mataram) semakin lemah.

Sebagai pewaris Dinasti Mataram, Keraton yang terletak di desa Sala ( kini menjadi Surakarta) berdiri tahun 1745, merupakan salah satu pusat pertumbuhan peradaban modern pada zamannya sejak petengahan abad ke 19. Kereta api, mobil, pers, lembaga kebudayaan, listrik, air bersih, bioskop, hotel, dan berbagai perangkat modern sudah ada di Surakarta. Demikian juga ketika Masa Revolusi (1946-1949), kota Surakarta menjadi sangat penting.

Semoga informasi yang disajikan dalam Galeri ini dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk cinta sejarah, sebagai salah satu tiang pembangunan karakter bangsa.

 

Krisnina Maharani A. Tandjung

Pendiri Rumah Budaya Kratonan

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

Log in with your credentials

Forgot your details?